Kumpulan Cerita Motivasi

Halaman

Kamis, 26 Juli 2012

Pengemis Dan Si Kikir

Seorang pengemis suatu hari berdiri di muka pintu rumah orang yang terkenal kikir.
"Ada perlu apa?" tanya si kikir.
"Tolong, barangkali ada roti atau nasi" jawab pengemis.
"Nggak punya" sahut si kikir.
"Atau makanan apa saja, Pak" kata pengemis.
"Juga nggak ada" jawab si kikir.
"Air juga nggak punya, mengeri!...bentak si kikir.
"lalu apa perlu bapak tinggal di rumah sebaik ini, kan lebih baik ikut saya, Pak!" kata pengemis.
"Ikut kemana?" tanya si kikir heran.
"tentu saja ikut mengemis. Dari pada bapak sudah nggak punya apa-apa, bahkan air saja tidak punya" kata pengemis sambil terus pergi.
"Sialan" guman si kikir.


salam dari Evan Bakung (www.facebook.com/gudang kata-kata)

SAYANG BINATANG

Seorang perempuan muda punya seekor burung kakatua yang amat disayang. Burung itu begitu menurut kepadanya.
Pada suatu hari ketika perempuan muda itu hendak bepergian jauh, dia titipkan burungnya itu kepada kakak perempuan agar dipelihara dengan baik.
"Tolong, jaga baik burung saya ini. Jangan sampai dia kurang makan, mbak" katanya kepada kakak perempuannya itu.
Setelah perempuan muda itu pergi, kakaknya merasa kaget kala dilihatnya ujung mulut burung tersebut tidak lurus. seketika itu dia ambil pisau buat meluruskannya sembari ngedumel :
" Adik saya memang tidak sayang sama hewan. masak burung dibiarkan begini, mulutnya tidak beres. Makanya dia susah makan"
Beberapa hari berikutnya perempuan muda pemilik burung itu datang. Cepat-cepat dia ingin ketemu dengan kakaknya. namun betapa kagetnya ia ketika didepan rumah dia melihat perubahan pada mulut burungnya. Sepontan dia berteriak :
"Mbak! kenapa ini burung saya?".
"Wah! Untung burungkamu ini kau titipkan kepada saya. kalau tidak ada yang meluruskan mulutnya yang bengkok itu" jawabnya.
"Kamu ini bagaimana si mbak! kenapa tidak mulutmu sendiri saja yang kamu potong! dasar .....tangan usil" kata perempuan itu dengan bersungut-sungut.
By : Evan Bakung (www.facebook.com/gudang kata-kata)

Rabu, 25 Juli 2012

Anak Siapa?



Suatu Hari ada seorang perempuan berebut anak justru dengan suaminya sendiri dimuka pengadilan agama.
"Ini anak saya, pak hakim. Dia saya kandung selama sembilan bulan. keluar dari kandungan, dia selalu berada pelukan saya. sayalah yang menyusuinya. Dia selalu saya awasi waktu tidur dan bermain. pendeknya, saya yang merawatnya sampai dia berumur tujuh tahun".
"Bukan, Dia adalah anak saya, pak hakim" bentah sang suami.
"Dia saya kandung sebelum di kandungan wanita ini. Dia saya keluar-keluarkan sebelum dikeluarkannya. jadi sayalah yang berhak. Soalnya saya yang memilikinya. Sedang wanita ini hanya memberi amanat itu harus dikembalikan kepada yang berhak, yakni saya"
"betul semua itu. Akan tetapi kamu harus ingat, bahwa kamu mengandngnya dengan ringan dan tidak teras. Sedang aku mengandungnya cukup berat sekali. kau keluarkan dia dengan senang dan puas. sedang ketika hendak mengeluarkannya, saya telah mempertaruhkan nyawa" kata sang istri sambil terus menangis.
melihat itu sang suami merasa iba sekali. Denagn sadar dia lalu menyerahkan anaknya itu kepada istrinya.
By : Evan Bakung (www.facebook.com\gudang kata-kata)

DIMATA SUAMIMU ADA PUTIH-PUTIHNYA



Pada suatu hari secara bergurau Rasulullah bersabda kepada seorang wanita dari golongan anshar :
"hai, pulanglah. Segera kau temui suamimu, sebab dikedua belah matanya ada putih-putihnya".
mendengar keterangan Rasulullah tersebut, bergegas wanita itu pulang. Suaminya heran melihat sang isteri pulang dalam keadaan tergopoh-gopoh.
"Ada apa nampaknya kamu tergesa-gesa?" tanya sang suami.
"Saya baru saja diberitahu Rasulullah, bahwa dikedua belah mata kakanda ada putih-putihnya" jawab isterinya.
"Betul. Dan kecuali ada putih-putihnya juga ada hitamnya. Namanya saja mata" kata sang suami.
Sejak sang istri hanya bengong. Dan ketika tahu apa yang dimaksud oleh sang suaminya, dia lalu tertawa terpingkal-pingkal.
By : Evan Bakung (www.facebook.com/gudang kata-kata)

LEBIH BAIK MATI

Dalam suatu kesempatan omong-omong seorang raja bertanya kepada patihnya :
" Diantara sekian banyak karunia Allah kepada manusia, apakah yang paling baik?"
"Akal, tuan raja. Sebab dengan perantara akal orang bisa mencari hidup bahagia dengan mudah" jawab patih.
"Jika tidak punya akal tersebut, lalu apa? tanya sang raja.
"uang. sebab uang dpat digunakan untuk menutupi kebodohan seseorang. Manusia, meskipun bodoh, jika dia kaya orang-orang masih menghormatinya" jawab sang patih. "bagimana jika uangpun tidak punya?" tanya sang raja lagi kepada patihnya.
"lebih baik mati" jawab patih.
"kenpa begitu?" tanya raja.
"habis apa artinya manusia hidup didunia dalam keadaan bodoh dan lebih baik mati saja. sebab dengan demikian dia terbalas dari segala cemooh orang lain dan segala macam penderitaan" jawab sang patih. Semoga cerita ini menjadikan inspirasi anda semua yang membacanya....terima kasih 

 salam Evan Bakung ( www.facebook.com/page/gudang kata-kata )

PERTANYAAN ORANG GILA

Suatu hari seorang raja memerintahkan pengawalnya untuk meninjau asrama orang-orang gila. Disana pengawalnya bertemu dengan seorang lelaki muda yang nampaknya normal saja.
"Hai !" sapa lelaki itu.
"Ada apa?" balas pengawal
"Betulkah tidur itu suatu kenikmatan yang enak dirasakan?" tanya lelaki itu.
"Oh,betul" jawab pengawal.
"Kalau begitu, kapan orang tidur itu bisa merasakannya ya? sebelum pengawal menjawab, orang itu berkata lagi. Kalau kamu jawab ; setelah bangun, maka itu nikmatnya bagun. kalau kamu jawab ; sebelum tidur, bagimana mungkin orang dapat merasakan nikmatnya sesuatu yang belum dikerjakan. Dan kalau kamu jawab ; disaat tidur, bagaimana itu mungkin terjadi? orang tidur tidak bisa merasakan apa-apa".
"Oh, dasar orang gila" kata pengawal sambil terus ngeloyor pergi. By : Evan Bakung ( www.facebook.com/page/gudang kata-kata )

Selasa, 24 Juli 2012

IMAM YANG KOCAK

Seseorang yang biasanya was-was, suatu hari menjadi imim sholat di sebuah mushola. Ma’mumnya cukup banyak dan bermacam-macam, termasuk juga orang yang baru pertama kali melakukan sholat pada waktu itu.
Seperti biasanya, imim yang punya penyakit was-was itu tidak dapat melaksanakan takbir sekali jadi. Berkali-kali masih selalu gagal. Melihat itu, seorang yang tidak mengerti banyak tentang Islam dan ibadah merasa jengkel. Serta merta dia maju ke depan dan berkata kepada imim tadi : “ kamu mundur saja, pak. Masak takbir berkali-kali selalu gagal. Biar saya yang menggantikan bapak “.
Dengan perasaan malu si imim itu memang mundur, lalu kini orang tersebut berdiri di mihrab bersipa-siap melakukan takbir :
“ Allahu Akbar “
Sejenak para ma’mun menjadi tenang. Namun tanpa disangka tiba-tiba dia berpaling seraya berkata :
“Bagaimana sekali jadi kan?Tidak seperti bapak tadi”.
Melihat ulah orang yang bodoh tapi berlagak alim itu, para ma’mun hanya bisa terbengong-bengong, mengurungkan shalat jemaah.
By : Evan Bakung( www.facebook.com/page/gudang kata-kata )